Pada DJI Phantom 4 Pro terdapat 3 mode penerbangan yang berbeda-beda, dan sebagai pemilik drone sebaiknya anda juga memahami apa saja tiga mode penerbangan tersebut, yaitu :

  1. Mode-P (Posisi): Mode-P bekerja paling baik ketika sinyal GPS kuat. Pesawat menggunakan GPS, stereo Vision System dan Infrared SenSing System untuk menstabilkan, menghindari rintangan, atau melacak subjek yang bergerak. Fitur-fitur canggih seperti TapFly dan ActiveTrack diaktifkan dalam mode ini.

    Ketika “Forward Vision System” diaktifkan dan kondisi pencahayaan cukup, penerbangan maksimum sudut attitude adalah 25 ° dengan kecepatan penerbangan maksimum 31 mph (50 kpj). Ketika penginderaan ke depan (forward obstacle sensing) dinonaktifkan, sudut attitude penerbangan maksimum adalah 35 ° dan maksimum kecepatan penerbangan adalah 36 mph (58 kpj).

    Ketika sinyal GPS lemah dan kondisi pencahayaan terlalu gelap untuk sensor Maju dan Ke Bawah (Forward and Downward Vision Systems), pesawat hanya akan menggunakan barometer untuk penentuan posisi untuk mengontrol ketinggian.

    Catatan: Mode-P membutuhkan gerakan Stik (Throttle naik) yang lebih besar untuk mencapai kecepatan tinggi.

  2. S-mode (Sport): Nilai-nilai penguatan penanganan pesawat disesuaikan untuk meningkatkan kemampuan manuver pesawat. Kecepatan penerbangan maksimum pesawat meningkat menjadi 45mph (72kph). Perhatikan bahwa Sistem Penginderaan Rintangan (Obstacle Sensing systems) dinonaktifkan dalam mode ini.

  3. A-mode (Attitude): Ketika GPS atau Sistem Visi (Vision System) tidak tersedia, pesawat hanya akan menggunakan barometer untuk penentuan posisi untuk mengontrol ketinggian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Sistem Vision depan dan belakang dinonaktifkan dalam mode S (Sport), yang berarti pesawat tidak akan dapat secara otomatis menghindari rintangan di jalur penerbangannya. disini pilot agar waspada dan jauhi rintangan di dekatnya.

  • Kecepatan maksimum dan jarak pengereman pesawat meningkat secara signifikan dalam mode-S (Sport). Jarak pengereman minimum 164 kaki (50 meter) diperlukan dalam kondisi tanpa angin.

  • Responsif pesawat meningkat secara signifikan dalam S-mode (Sport), yang berarti sedikit tekanan pada stick pada remot kontrol akan diterjemahkan menjadi jarak perjalanan yang besar dari pesawat.

  • Waspada dan menjaga ruang manuver yang memadai selama penerbangan.

  • Kecepatan turun pesawat meningkat secara signifikan dalam mode-S (Sport). Pengereman minimum jarak 164 kaki (50 meter) diperlukan dalam kondisi tanpa angin.

Atti Mode Warning / Peringatan pada Mode Atti :

Pesawat akan memasuki mode-A dalam dua kasus sebagai berikut:

a. Pasif: Ketika ada sinyal GPS yang lemah atau ketika kompas mengalami gangguan di mana Sistem Visi tidak tersedia.
b. Aktif: Pilot beralih mode penerbangan ke mode-A.

Dalam mode-A, Sistem Visi dan beberapa fitur lainnya dinonaktifkan. Oleh karena itu, pesawat tidak dapat memposisikan atau melakukan rem otomatis dalam mode ini dan mudah terpengaruh oleh lingkungannya, misal angin maupun medan magnet, yang dapat mengakibatkan pergeseran horizontal. Gunakan remot kontrol untuk mengatur posisi pesawat.

Manuver pesawat dalam mode-A cukup sulit dilakukan. Sebelum mengubah pesawat ke mode-A, pastikan Anda nyaman terbang dalam mode ini.

JANGAN menerbangkan pesawat terlalu jauh karena Anda mungkin kehilangan kendali dan menyebabkan potensi bahaya.

Hindari terbang di daerah di mana sinyal GPS lemah, atau di ruang terbatas. karena pesawat akan dipaksa untuk memasuki mode-A, yang mengarah pada potensi bahaya penerbangan.

Semoga bisa membantu – Salam Satu Langit